Kamis, 08 Maret 2018

Tips Teknik dan Cara Foto Siluet di Sunset yang keren

Tips Teknik dan cara foto siluet pada saat sunset


Bagaimanakah cara menangkap foto seperti di atas? Ada beberapa teknik dan tips yang bisa anda coba untuk merekam gambar sebuah foto siluet (silhouette) pada saat sore hari di mana matahari akan tenggelam (sunset).

Perhatikan postur shape dan bentuk dari objek yang difoto

Postur dari objek yang difoto sangatlah penting dalam sebuah foto siluet. Karena yang akan kita tonjolkan dari foto siluet adalah bentuk dan lekukan tubuh dari sang model. Cobalah untuk memberikan arahan agar pose nya bisa menggambarkan garis tubuh dengan jelas. Bentuk dari siluet tersebut juga harus bisa menggambarkan apa yang sedang dilakukan oleh sang model. Seperti contoh di atas, sangatlah jelas bahwa objek sedang melakukan tendangan di udara ke sebuah bola.

Jangan ada siluet yang bertabrakan

Dalam mendapatkan siluet yang sempurna, anda harus memperhatikan siluet2 lain yang dihasilkan oleh background/latar dan foreground yang ada di sekeliling sang objek. Anda harus berusaha agar semuanya itu tidak saling berbentur. Jika beberapa objek saling bertabrakan atau overlap, maka siluet nya akan gagal, karena bentuk nya yang kurang maksimal. Contoh di bawah menunjukkan siluet 2 orang yang bertabrakan dengan garis horizon yang juga dalam bayangan. Akhirnya garis tubuh mereka kurang jelas.
Tips & Teknik foto siluet sunset
Sang fotografer telah menyadari kesalahannya dan dari situasi yang sama dia dapat mengambil gambar siluet yang lebih bagus. Dengan cara mengambil angle yang lebih rendah,dia dapat menghilangkan background2 yang mengganggu untuk mendapatkan siluet di sunset yang lebih maksimal.
Tips Teknik foto siluet sunset
Satu contoh lagi di mana sang fotografer menempatkan objek tepat tanpa meng-overlap dengan siluet foreground ataupun background yang mengganggu. Malahan, dijadikan ‘framing‘ yang sangat bagus.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-4

Perhatikan Exposure

Untuk mendapatkan siluet yang sempurna, tentunya kita harus mencapai exposure yang sempurna. Mode yang paling bagus untuk kita gunakan pada situasi ‘backlit’ seperti ini adalah di posisi M atau manual. Pada posisi Auto, biasanya kamera akan rentan salah dalam memutuskan exposure yang tepat dikarenakan oleh cahaya yang amat terang dari matahari dan juga bayangan gelap dari objek. Untuk memahami cara menggunakan manual mode di kamera anda, silahkan menyimak artikel manual mode ini. Jika anda tidak mempunyai banyak waktu untuk mengukur pencahayaan melalui mode manual, anda bisa menggunakan teknik pengukuran auto seperti artikel ini.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-29
Tips_Teknik_Foto_Sunset-34

Ber-eksperimen-lah dengan lensa yang berbeda

Dengan menggunakan lensa2 yang berbeda, kita akan bisa menciptakan karya foto yang berbeda dan unik satu sama lainnya. Foto berikut telah dibidik dengan menggunakan lensa 70-200mm di 200mm. Dengan menggunakan lensa tele, dan mengambil gambar dari jarak yang cukup jauh, sekitar 30 meter dari objek, perspektif akan berbeda dengan mata manusia biasa, jadi matahari di belakang objek akan terlihat lebih besar. Jika ingin mendapatkan efek matahari yang lebih besar lagi, maka gunakanlah lensa super tele + teleconverter yang sering para fotografer wildlife atau fotografer bola gunakan.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-3
Foto berikut menggunakan lensa 16-35 di 35mm. Di sini, fotografer nya ingin mengambil sebuah gambar yang simple. Dengan menyembunyikan matahari di belakang objek, maka yang tersisa hanyalah siluet dari pasangan dan gradasi dari langit yang begitu indah.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-5

Diafragma dramatis

Satu lagi teknik yang bisa kita manfaatkan untuk menambah kreatifitas kita untuk meng-capture sebuah foto sunset. Dengan menggunakan diafragma yang sempit, yaitu f16-f22, maka kita akan dapat mencapai efek yang biasa disebut “star burst effect”. Untuk menghasilkan ini, matahari atau sumber cahaya baiknya tidak terselubungi oleh awan. Berhati2-lah agar tidak langsung melihat ke matahari walaupun melalui kamera dalam waktu yang panjang karena itu dapat merusak mata.
Tips: gunakanlah “live view” mode di kamera anda untuk melihat, mengatur komposisi dan mendapatkan fokus untuk foto seperti ini, agar mata anda terlindungi.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-36

Oldig yang menarik

Untuk melipat-ganda-kan estetika dari sebuah foto, olah digital sangat berperan penting. Teknik fotografi untuk mendapatkan exposure atau pengcahayaan yang sempurna tetaplah penting, namun sedikit sentuhan di photoshop akan sangat membantu membuat sebuah foto terlihat lebih indah. Di foto berikut, fotografer telah mengangkat saturasi dan contrast dari gambar, agar langitnya terlihat lebih keren dan dramatis lagi.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-30
Tips_Teknik_Foto_Sunset-13
Jika kita mengambil gambar dalam format RAW, kita bisa bermain dengan “white balance” foto tersebut di software seperti Adobe Lightroom ataupun Photoshop. Dengan demikian, kita bisa memanipulasi warna dari langit dan sunset tersebut. Gambar berikut adalah contoh di mana sang fotografer telah menerapkan white balance yang agak “cool” atau kebiru-biruan, agar kesan romantis nya lebih terasa. Dan juga sangat membantu menjadikan menara yang berwarna merah itu menjadi pusat dari foto tersebut.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-6

Gunakan Extra BackLit!

Anda pasti heran, apa gunanya menambah lighting extra dalam sebuah foto siluet di sunset? Nah, lihatlah contoh2 berikut. Cahaya yang terlihat di wajah model wanita ini sebenarnya bukan dari matahari sendiri, melainkan dari sebuah flash yang telah diletakkan di belakangnya. Warna orange nya itu dicapai dengan menggunakan gel berwarna dan dipakaikan di flash. Dengan menggunakan wireless trigger untuk menyalakan flash, maka jadilah foto ini. Cahaya matahari pada saat sunset sangatlah “hard” atau keras, dan hasil foto akan mendapatkan siluet atau bayangan yang hitam pekat tanpa detail sedikitpun. Dengan menambahkan sedikit flash dari samping belakang, maka kita akan mengisi bayangan tersebut dan kita akan dapat merekam wajah dan emosi dari model tersebut. Cahaya flash ini terlihat natural karena kita telah meniru cahaya orange dari matahari, dan jika dilihat secara sekilas, akan tampil bahwa cahaya yang jatuh di wajah model itu adalah dari matahari.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-1
Tips_Teknik_Foto_Sunset-2
Tips_Teknik_Foto_Sunset-20

Pakailah objek2 yang menarik di sekitar untuk menambah estetika

Foto sebuah sunset akan sangat didukung dengan objek2, barang dan lokasi yang unik. Cobalah melihat sekitar daerah shooting, apakah ada objek yang menarik dan berbentuk unik yang dapat ditonjolkan dengan cara dijadikan siluet.
Contoh2 berikut ini menggunakan objek2 di daerah sekitarnya untuk menambah keindahan dari sunset itu sendiri.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-28
Tips_Teknik_Foto_Sunset-25
Tips_Teknik_Foto_Sunset-16
Tips_Teknik_Foto_Sunset-10

Tetap kreatif dalam pose dan komposisi

Biasanya, foto siluet itu membosankan karena teknik fotografi ini termasuk gampang untuk dicapai. Namun, kreatifitas tetap bisa dikembangkan dengan lebih fokus pada pose model yang dibidik, dan juga komposisi dari gambar tersebut.
Dengan ber-eksperimen dengan pose yang berbeda, dan juga komposisi dan angle yang jarang dipakai, maka foto siluet akan menjadi lebih unik.
Tips_Teknik_Foto_Sunset-19
Tips_Teknik_Foto_Sunset-14

Kamis, 01 Maret 2018

Sekolahku Sekolah Tinggi Perikanan Jurusan Penyuluhan Perikanan


Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, yang merupakan perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 mengamanatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil. Pemberdayaan nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil dilakukan melalui : (1) Penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan bagi nelayan kecil serta pembudidaya ikan kecil untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengolahan dan pemasaran ikan; (2) Menumbuhkembangkan kelompok nelayan kecil, kelompok pembudidaya ikan kecil dan koperasi perikanan; (3) Menyediakan skim kredit bagi nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil, baik untuk modal usaha maupun operasional dengan cara yang mudah, bunga pinjaman yang rendah, dan sesuai dengan kemampuan nelayan kecil dan pembudidaya ikan kecil.
Untuk pemberdayaan pelaku utama yaitu nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah hasil perikanan diperlukan penataan sistem penyuluhan perikanan, yang salah satu komponen penting dalam sistem penyuluhan tersebut adalah ketersediaan tenaga penyuluh perikanan yang profesional.  Tenaga penyuluh perikanan ini terdiri dari PNS, penyuluh swasta dan penyuluh swadaya.  Dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan pada Pasal 21, diamanatkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah meningkatkan kompetensi penyuluh PNS melalui pendidikan dan pelatihan.
Sejak tahun 2006, Jurusan Penyuluhan Perikanan dipindahkan dari STPP Bogor (Departemen Pertanian) menjadi salah satu jurusan di Sekolah Tinggi Perikanan (Departemen Kelautan dan Perikanan).  Sekolah Tinggi Perikanan Jurusan Penyuluhan Perikanan (STP Jurluhkan) Bogor melaksanakan tugas dalam pengembangan serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi penyuluhan perikanan.
Modal dasar STP Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor dalam menjalankan tugasnya adalah lokasi strategis kampus yang terletak di Bogor, kota yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat lembaga-lembaga penelitian di Bidang Biologi dan Pertanian.  Secara fisik sangat dekat dengan Jakarta, sebagai pusat pemerintahan dan pusat kegiatan ekonomi.  Pada sisi lain, perbatasan STP Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor dengan wilayah Kabupaten Bogor, daerah dimana secara demografis dan sosiografis masih mencirikan sebagai daerah perikanan.  Disamping itu, wilayah Jabotabek sebagai kawasan pengembangan industri dan jasa serta jalur sabuk pengembangan wilayah (Region Development Belt), menjadi faktor dominan dalam strategi pengembangan Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor ke depan.  Diharapkan STP Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor dapat menjadi agen dan motor pembangunan wilayah dengan kontribusi yang nyata baik bagi pemerintah daerah maupun bagi masyarakat sekitarnya.
Sumber :

Sumber :
http://stpbogor.bpsdmkp.kkp.go.id/article/2011/12/pengantar

Minggu, 12 Februari 2012

Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran
Add caption
Add caption
Add caption
Berada 2 km arah Barat pantai Ngrenehan. Pantai yang terletak di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta ini memadukan tebing tinggi dan hamparan pantai membentuk relief keindahan tak terkira.
Pantai ini dihiasi karang-karang berselimut alba (rumput laut) yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar. Alba merupakan bahan baku untuk pembuatan kosmetik. Di antara karang-karang terbentuk kolam-kolam mini sepanjang pantai tempat hidup biota-biota laut seperti lobster dan landak laut (hewan laut dengan duri tajam seperti landak) yang menjadi tumpuan para nelayan darat. Sebutan nelayan darat diperuntukkan bagi nelayan yang tidak perlu melaut/berlayar dengan kapal untuk mengekplorasi hasil laut, cukup di pantai saja.
Di pantai ini berdiri beberapa tempat peribadatan berbagai agama/kepercayaan. Sebuah masjid berdiri berdampingan dengan sebuah pura (tempat beribadah umat Hindu), tempat ibadah aliran kepercayaan kejawen dan kejawan (Aliran kepercayaan peninggalan Brawijaya V, diambil dari nama salah satu putra Brawijaya V, Bondhan Kejawan). Keunikan dapat terlihat dari Masjid yang menghadap ke selatan, beradapan dengan wajah keindahan pantai Ngobaran. Namun dalam pelaksanaan sholat, tetap menghadap Kiblat.

Pantai Kukup

Pantai Kukup

Pantai Kukup terletak di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul Yogyakarta. Di pantai Kukup ada sebuah karang yang menjorok ke laut terpisah dari daratan dengan jembatan yang terbentang. Jalan mendaki yang sengaja di buat sebagai akses ke karang tersebut semakin memanjakan para pengunjung.
Beberapa fasilitas yang terdapat di pantai Kukup antara lain : tempat parkir yang luas, sehingga para pengunjung tidak kebingungan untuk memarkir kendaraannya. Parkir ini terletak di pintu masuk agak jauh dari pantai sehingga pengunjung harus berjalan kaki untuk sampai di pinggir laut. Di kiri kanan jalan memasuki pantai kukup berjajar para pedagang yang menawarkan berbagai souvenir khas pantai, makanan-makanan laut dan ada juga biota laut termasuk ikan hias yang dapat dibeli dengan harga yang wajar.
Untuk menjamin keselamatan para pengunjung, pihak pengelola menyiapkan armada SAR untuk memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan sekaligus menginformasikan kondisi pantai, ombak dan datangnya biota laut berbahaya. Perlu diketahui dan diwaspadai oleh para pengunjung, bahwa di pantai ini kadang datang ubur-ubur di kawasan pantai yang jika menggigit akan menyebabkan keracunan. Tapi jangan khawatir, tim SAR akan menginformasikan datangnya ubur-ubur dan siap membantu jika ada pengunjung yang terlanjur terkena ubur-ubur.
Untuk para pengunjung yang ingin bermalam di Pantai Kukup tak usah binggung. Di kawasan obyek wisata Pantai Kukup, ada penginapan PONDOK WISATA yang akan melayani para wisatawan yang ingin merasakan pemandangan malam di Kukup dengan harga terjangkau.

Pantai Sepanjang

Pantai Sepanjang

Sesuai dengan namanya memiliki garis pantai yang panjang bahkan yang terpanjang di antara pantai-pantai di Gunungkidul, ditaburi hamparan pasir putih yang masih bersih. Pantai ini terletak di Desa Kemadang, Kecamatan  Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Pantai ini menawarkan keindahan Kuta Tempo Doeloe. Pasir putih bersih belum ternoda.
Ketika air laut surut akan nampak karang-karang di bibir pantai yang landai. Ceruk-ceruk yang terbentuk di antara karang-karang tersebut menjadi habitat bagi aneka biota laut. Para pengunjung bisa menemukan aneka kerang-kerangan, landak laut, bintang laut, ganggang laut, bulu babi, dan rumput laut. Dalam kondisi ini, penduduk setempat memanfaatkannya untuk "berburu". Rumput laut, kerang-kerangan dan bulu babi adalah buruan mereka. Hasilnya untuk konsumsi pribadi maupun dijual setelah menjadi produk olahan.
Dan ketika air laut pasang, pengunjung bisa menggunakan "pelataran" ini untuk bercumbu ria dengan debur ombak yang ramah. Namun tetap waspada, dan jangan terlalu ke tengah, karena di pantai Sepanjang terdapat ceruk yang dapat menjadi jebakan bagi mereka.
Kunjungan ke Pantai Sepanjang akan ditutup dengan merekahnya senja di ufuk barat, ketika sang surya perlahan bersembunyi di balik kanan, memancarkan bias warna yang menakjubkan.

Pantai Baron

1.     Pantai Baron
 
Pantai Baron, pantai paling populer di Gunungkidul, karena pantai ini adalah pantai pertama yang akan ditemui jika mengunjungi gugusan kecup mesra laut dan daratan, simbol keelokan wisata pantai Gunungkidul. Jajaran Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Krakal dan Pantai Sundak berderet di sana, memanjakan pengunjung akan keriuhan ombak pembawa kedamaian kalbu.
Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 20 km arah selatan kota Wonosari (40 km dari kota Yogyakarta). Pantai yang menjadi saksi pertemuan antara air laut dan air tawar, yang merupakan hasil dari sungai yang bermuara di satu sudut pantai baron, sebagai perlambang berpadunya dua hati meski dengan perbedaan latar belakang.
Hasil kekayaan Baron seperti udang besar (lobster), ikan bawal putih, kakap, tongkol pun siap memanjakan pengunjung, baik yang masih segar ataupun yang siap saji. Sebagai Rekomendasi, menu andalan di sini adalah Sop Kakap.
Upacara Sedekah Laut yang diselenggarakan oleh masyarakat nelayan setempat setiap bulan suro dalam kalender jawa, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil laut yang telah diberikan.

UPACARA ADAT GUNUNGKIDUL


1.      Upacara Babad Dalan Sodo
Waktu          : Jum’at Kliwon, 11 Mei 2012 (Setiap tahun sekali. Namun setiap tahun jatuh bulannya tidak menentu, karena dikaitkan dengan jatuhnya musim Labuh [musim menabur benih polowijo].)
Tempat         : Balai Desa Sodo, Paliyan
Keterangan   : Berziarah ke makam Ki Ageng Giring dan acara Tasyakuran dengan  kenduri
Persiapan upacara diawali dua hari sebelum hari “H”. Sedangkan pada puncak acara diselenggarakan acara pokok yaitu Pengajian. Pengajian ini dilokasikan di Masjid didekat Makam Ki Ageng Giring yang didukung dengan keramaian yang suasananya mirip dengan Pasar Malam.
Maksud dari kedatangan untuk melihat dari dekat tentang Upacara Tradisi Babat Dalan, juga sekaligus bermaksud untuk berziarah ke makam Ki Ageng Giring. Upacara Babat Dalan itu sendiri oleh masyarakat setempat bertujuan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar selalu diberikan keselamatan baik lahir maupun batin, sekaligus untuk memperingati wafatnya Ki Ageng Giring.
·         Asal Usul Tradisi Babat Dalan
Keterangan dari M. Ng Suharsosartoyo juru Kunci makam Ki Ageng Giring :
Karena mencarinya makam tersebut dengan cara Babat Babat, maka ditarik kesimpulan, bahwa dua versi tersebut saling mendukung terjadinya asal usul Upacara Tradisi Babat Dalan di desa Sodo. Karena versi pertama Babat babat memasukkan keyakinan Agama Islam, dan versi kedua Babat Babat ilalang dan semak belukar, sehingga menemukan Ki Ageng Giring yang wafatnya pada hari Jum’at Kliwon maka untuk mengingat ingat Peristiwa tersebut, dibuatlah Upacara Tradisi Babat Dalan oleh masyarakat setempat yang jatuh pada hari Jum’at Kliwon sampai sekarang ini.


2.      Upacara Bersih Desa Bobug
Waktu             : Senin Pon, 14 Mei 2012
Tempat            : Rumah Adat Bobug, Putat, Patuk
Keterangan      : Upacara Kenduri diiringi kesenian tradisional


Waktu             : Minggu Legi, 27 Mei 2012
Tempat            : Bangsal Sewoko Projo, Kabupaten Gunungkidul
Keterangan      : Tirakatan dan upacara resepsi dengan memotong tumpeng


4.      Upacara Bersih Desa Karangrejek
Waktu             : Senin Kliwon, 25 Juni 2012
Tempat            : Balai Desa Karangrejek, Wonosari
Keterangan      : Upacara Kenduri diiringi kesenian tradisional
Upacara adat dimeriahkan dengan kirab Gunungan hasil pertanian sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME. Upacara tersebut juga menjadi wahana bersosialisasi dan mengapresiasikan kesenian warga masyarakat Karangrejek.
Upacara adat Karangrejek diawali dengan kenduri yang dilaksanakan di tiap padukuhan. Tiap padukuhan memepersiapan Gunungan untuk diarak ke balai desa Karangrejek. Kirab gunungan yang diikuti tujuh padukuhan ini semarak dengan simbol simbol kesenian adat dan himbauan kepada masyarakat untuk bersatu.
Ratusan warga yang mengenakan pakaian adat Jawa turut meraimaikan kirab budaya tersebut. Iring – iringan gunungan hasil Bumi yang diikuti oleh simbol hewan dan kreativitas seni warga mampu menyedot perhatian warga masyarakat lainnya untuk turut menyaksikan jalannya kirab tersbut. Upacara adat ini dilaksanakan secara turun temurun sebagai bentuk rasa syukur kehadapan sang Pencipta atas berkah yang diberikan selama ini.


5.      Upacara Bersih Desa Mulo
Waktu             : Jum’at Kliwon, 15 Juni 2012
Tempat            : Balai Desa Mulo, Wonosari
Keterangan      : Upacara Kenduri diiringi kesenian tradisional


6.      Upacara Sadranan Sendang Logantung
Waktu             : Rabu Pahing, 27 Juni 2012
Tempat            : Sendang Logantung, Sumberejo, Semin
Keterangan      : Sedekah bumi di mata air sendang


7.      Upacara Bersih Desa Kepek
Waktu             : Sabtu Pahing, 7 Juli 2012
Tempat            : Balai Desa Kepek
Keterangan      : Upacara Kenduri diiringi kesenian tradisional


8.      Upacara Sadranan Gunung Kembar
Waktu             : Senin Legi, 16 Juli 2012
Tempat            : Desa Jurangjero, Ngawen
Keterangan      : Setelah Juru Kunci menikrarkan, Upacara rebutan sesaji diiringi kesenian tradisional


9.      Upacara Sadranan
Waktu             : Senin Legi, 16 Juli 2012
Tempat            : Desa Beji, Kecamatan Ngawen
Keterangan      : Setelah Juru Kunci menikrarkan, Upacara rebutan sesaji diiringi kesenian tradisional


10.  Upacara Bersih Desa Wonosari
Waktu             : Rabu Kliwon, 20 Juli 2012
Tempat            : Balai Desa Wonosari, Wonosari
Keterangan      : Upacara Kendiri diiringi kesenian tradisional


11.  Upacara Bersih Desa Gubug Gede
Waktu             : Minggu Pahing, 22 Juli 2012
Tempat            : Desa Ngalang, Gedangsari
Keterangan      : Upacara Kenduri diiringi kesenian Tayub


12.  Upacara Cing-Cing Goling
Waktu              : Kamis Kliwon, 9 Agustus 2012 (setiap tahun). Perhelatan ini jatuh pada pascapanen ke-2 yaitu sekitar bulan Mei, Juni, dan Juli dan berlangsung menurut hari dalam pasaran Jawa yaitu hari Senin Wage atau Kamis Kliwon.
Tempat         : Upacara Cing-cing Goling dilaksanakan di Bendungan Dawe (Bendungan Kedung Dawang). Di tengah upacara biasanya.
Padukuhan Gedangan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
Keterangan   : Upacara Kenduri diiringi kesenian tradisional. Upacara Cing-cing Goling merupakan upacara adat sebagai ritual penghormatan terhadap roh leluhur ataupun roh pelindung masyarakat di Padukuhan Gedangan. Dapat dikategorikan sebagai upacara selamatan atau ungkapan rasa syukur. 
Masyarakat dipimpin oleh pemuka adat berdoa. Di tengah ritual biasanya juga ditampilkan cerita rakyat yang berbentuk fragmen. Upacara tradisional kenduri dan peragaan yang dimainkan oleh 22 pria dan seorang wanita, menggambarkan perjalanan Kyai Wisang Sanjaya dari Kerajaan Majapahit bersama istrinya yang selalu digoda oleh para pemuda nakal, dan selamat sampai di Desa Gedangan. Pengunjung yang menghadiri upacara ini diberi ayam panggang, lauk pauk, serta nasi sebagai ucapan terimakasih karena sudah mengikuti acara.
Konon Upacara Cing-cing Goling merupakan ungkapan rasa syukur atas keberhasilan panen masyarakat setempat dan para pelarian dari Kerajaan Majapahit. Peristiwa pelarian orang-orang Kerajaan Majapahit ditengarai terjadi ketika Kerajaan Majapahit berada di ambang keruntuhan pada abad ke-15. Saat itu Kerajaan Majapahit diperintah oleh Raja Brawijaya V. Para pelarian yang dipimpin oleh Wisang Sanjaya dan Yudopati ini, menempuh perjalanan dari Jawa Timur hingga tiba di daerah Gedangan.
Di daerah ini, Wisang Sanjaya, Yudopati, dan pelarian lainnya mencoba membaur dengan penduduk sekitar yang tinggal lebih dulu. Penduduk setempat menerima mereka karena sikap mereka yang dikenal ringan tangan dan mudah bergaul. Ditambah lagi, penduduk setempat menganggap para pelarian ini telah berjasa besar dalam membantu mengamankan daerah Gedangan dari serbuan para penjahat yang kala itu sering datang dan mengincar hasil panen para penduduk.
Selain membantu mengusir para penjahat, pelarian dari Kerajaan Majapahit ini juga berusaha memajukan pertanian dengan cara membuat bendungan di Kali Dawe. Bersama dengan masyarakat setempat, para pelarian ini bahu-membahu membuat bendungan agar sawah di sekitar daerah Gedangan tidak kekurangan pasokan air. Usaha ini membuahkan hasil, sawah-sawah milik para penduduk Gedangan tidak pernah mengalami kekeringan.


13.  Upacara Bersih Telaga Jonge
Waktu             : Minggu Pahing, 30 September 2012
Tempat            : Desa Pacarejo, Semanu
Keterangan      : Upacara Kenduri sebagai rasa syukur kepada Tuhan YME karena tersedia air untuk berbagai keperluan


14.  Upacara Sedekah Laut Baron
Waktu             : Kamis Pon, 15 November 2012
Tempat            : Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari
Keterangan      : Upacara Kenduri dan sesaji dilarung di laut
Upacara tradisi yang merupakan warisan leluhur nenek moyang sudah banyak dihilangkan oleh penerusnya, namun lain halnya dengan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul yang warganya masih kental memelihara adat istiadatatnya n buktinya nyata adalah yang akan dilakukan oleh masyarakat dipesisir Pantai Baron besok pada Kamis (17/12), yang akan mengadakan perayaan Upacara Adat Sedekah Laut Pantai Baron. Budaya adat yang beragam di kabupaten Gunungkidul senantiasa bisa memancarkan pesona wisata yang menumbuhkan rasa kecintaan terhadap  budaya bangsa Indonesia khususnya di Gunungkidul.
Penyelenggaraannyapun telah dikemas sedemikian rupa bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Gunungkidul sehingga pesona yang unik dan menarik itupun diupayakan bisa menjadi magnet bagi wisatawan yang berkunjung di obyek wisata tersebut, yang akan berdampak pada tergeraknya perekonomian masyarakat dan berujung pada peningkatan PAD Gununghkidul.
Guna menambah daya tarik wisatawan kemasan sedekah laut Pantai Baron akan diikuti pula dengan serangkaian kegiatan Baksos dilingkungan obyek wisata, kenduri, larungan ubo rampe (jodhang/gunungan) ke tengah lautan, ramah tamah dengan semua peserta upacara adat, seni tradisional dan ucapan puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah memberkahi dan emmberikan keselamatan selama mereka mencari rejeki di pesisir Pantai Baron tersebut.


15.  Upacara Sedekah Laut Kukup
Waktu             : Kamis Pon, 15 Novenber 2012
Tempat            : Pantai Kukup, Desa Kemadang, Tanjungsari
Keterangan      : Upacara Kenduri dan sesaji dilarung di laut


16.  Pentas Karawitan
Waktu             : Kamis Kliwon malam setiap bulan (Malam Jum’at Legi)
Tempat            : Bangsal Sewokropojo, Wonosari
Keterangan      : Pentas Kesenian Karawitan 18 Kecamatan se-Kabupaten Gunungkidul secara bergantian tiap bulan